Selasa, 20 Juni 2023

Kelelahan, Seorang Nelayan Asal Toili Meninggal Dunia Saat Menyelam, Polisi Ke TKP

TOILI - Seorang nelayan asal Toili meninggal saat mencari ikan di perairan laut Desa Pandan Wangi, Kecamatan Toili Barat, Kabupaten Banggai, Senin (19/6/2023).

Kapolsek Toili IPTU Nanang Afrioko SH, MH membenarkan penemuan seorang nelayan atas nama Sumarno (35) asal Desa Sentral Timur Kecamatan Toili Kabupaten Banggai tersebut.

“Korban diduga kelelahan saat menyelam mencari ikan dengan cara memanah,” ucapnya.

Polsek Toili yang mendapatkan laporan langsung menuju TKP, mengumpulkan keterangan para saksi dan mendatangi korban di Puskesmas Toili II.

Menurut penuturan saksi, korban pergi mencari ikan pukul 18.30 Wita. Setibanya di perairan laut Desa Pandan Wangi, ia dan korban dengan cara berenang terlebih dahulu sejauh 150 meter dari bibir pantai. 

Setelah mendapat bebatuan karang, saksi dan korban pun melakukan penyelaman. tiba-tiba korban berteriak minta tolong, dan saksi mengajak korban untuk berenang ketepian. Namun korban sudah dalam kondisi lemas dan saksi putuskan untuk mengendong ke tepi.

Kemudian bersama warga lainnya disekitar TKP membawa korban ke Puskesmas. 

Hasil pemeriksaan dokter di Puskesmas Toili II menerangkan bahwa korban sudah meninggal dunia saat tiba di Puskesmas dan tidak adanya tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dengan hal tersebut, pihak keluarga korban memutuskan untuk melalukan autopsy dan segera memakamkan korban,” tukas kapolsek. (Red)

Sabtu, 17 Juni 2023

Penemuan Mayat Lansia di Dalam Pondok, Polsek Bunta Datangi TKP

Bunta - Personel Polsek Bunta, mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan mayat berjenis kelamin pria, di dalam kamar sebuah pondok milik korban, di Lingkungan II Kelurahan Salabenda, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (16/6/2023) pagi.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolsek Bunta, AKP Syukri Larau, SH, yang mengatakan bahwa korban tersebut bernama Basuki (65).

“Korban merupakan warga berasal dari Pulau Madura Jatim, yang ikut merantau dan tidak memiliki keluarga di Bunta,” tutur Kapolsek.

Menurut keterangan saksi yang berinisial AN (22) dan DH (18), pada pukul 10.00 Wita, saat para saksi melewati rumah pondok korban, mereka mendapati korban telah tergeletak dilantai kamarnya dalam keadaan sudah tidak bergerak dan tak menggunakan pakaian.

Mengetahui hal tersebut AN dan DH melaporkan kejadian tersebut kepada masyarakat sekitar dan diteruskan ke Mapolsek Bunta.

Selanjutnya pihak Kepolisian berkordinasi dengan tenaga medis setempat untuk memastikan dan menangani jenazah.

Lanjut Kapolsek, bahwa hasil pemeriksaan awal oleh dr. Agung dari Puskesman Bunta bahwa korban meninggal dunia diduga karena sakit dan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan dengan benda tajam atau benda tumpul pada tubuh korban.

“Korban hidup sebantangkara dan tidak punya sanak keluarga, sehingga kami berkoordinasi dengan pemerintah Kelurahan Salabenda dan Kantor Camat Bunta untuk proses penanganan lebih lanjut (pemakaman),” tandas Kapolsek. (Red)

Responsive Leaderboard Ad Area

Connect